Why Investasi Saham not Reksadana ? 5 Perbedaan Investasi Saham dan Reksadana

Perbedaan Investasi Saham dan Reksadana

Investasi saham adalah salah satu cara yang di pilih orang-orang terkaya dunia untuk meningkatkan kekayaannya karena tidak hanya return-nya yang tinggi jika dibanding menabung di bank atau deposito, tetapi juga melindungi nilai uang anda dari yang namaya inflasi.

Pada artikel ini kita akan membahas produk investasi yang popular saat ini yaitu investasi saham dan reksadana, serta perbedaan investasi saham dan reksadana itu sendiri.

Bagi kamu yang masih awam mungkin melihat kedua produk investasi ini sama saja karena belum paham perbedaan investasi saham dan reksadana. Oleh karena itu, kita akan membahas dengan jelas perbedaannya disini. Sehingga memberikan gambaran kenapa harus investasi saham ? dan kenapa juga harus reksadana ?

Pahami Investasi Saham

Perbedaan Investasi Saham dan Reksadana

Secara sederhana, saham adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan yang artinya jika kita memiliki saham perusahaan berarti kita memiliki bagian atas kepemilikan perusahaan tersebut.

Terdapat 2 jenis keuntungan yang dapat diperoleh dari investasi saham, yaitu deviden dan capital gain.

Ketika perusahaan yang anda beli sahamnya mendapatkan profit dari hasil operasinya, maka profit akan dibagikan kepada pemegang saham disebut deviden.

Oleh sebab diperjual belikan secara bebas pada bursa maka harga sebuah saham bisa mengalami kenaikan maupun penurunan harga akibat hukum permintaan dan penawaran di pasar. Keuntungan atas selisih harga tersebut selanjutnya disebut Capital Gain.

Jika berinvestasi saham secara langsung maka, anda bertanggung jawab atas pilihan dan keputusan yang anda ambil sendiri sehingga dibutuhkan pengetahuan mengenai analisis dalam memilih saham yaitu analisis fundamental dan teknikal serta bisa membaca laporan keuangan perusahaan.

Baca juga : Rahasia Memahami 5 bagian Laporan Keuangan bagi Investor

Bagi anda yang ingin mencoba terjun langsung ke dunia investasi dan ingin segera mendapat keuntungan dari berinvestasi tetapi belum siap berinvestasi saham secara langsung, maka anda bisa mempertimbangkan produk investasi yang satu ini, yaitu reksadana.

Pahami Reksadana

Reksadana itu adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat yang di investasikan ke suatu protofolio efek terdiversifikasi yang dikelola oleh Manager Investasi (MI). Contoh portfolio efek : produk-produk pasar uang, surat utang (obligasi) dan saham.

Perbedaan Investasi Saham dan Reksadana

Karena dikelola oleh manajer investasi (MI) yang handal dan berpengalaman di bidangnya, produk reksadana bisa menjadi pilihan investasi yang tepat bagi anda pemula yang belum memiliki pengalaman atau pengetahuan cukup dalam berinvestasi. Inilah perbedaan investasi saham dan reksadana yang mendasar.

Dalam memilih Manager Investasi (MI) anda juga harus berhati-hati dikarenakan reksadana itu sifatnya ‘menitipkan’ uang maka pilihlah MI yang sudah berbadan hukum sah, terdaftar di OJK dan memliki pengalaman yang terbukti menghasilkan profit konsisten.

Secara umum jenis reksadana terbagi menjadi empat yakni reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham. Anda dapat memilih jenis reksadana yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi anda.

Perbedaan Investasi Saham dan Reksadana

Perbedaan Investasi Saham dan Reksadana

Perbedaan investasi saham dan reksadana sederhananya di ilustrasikan seperti membeli parcel lebaran. Jika anda membeli saham maka anda memilih sendiri isi parcel yang akan di beli dan berapa banyak jumlahnya. Sedangkan jika membeli reksadana maka ibarat kita langsung membeli parcel yang sudah dibungkus rapih oleh tokohnya.

Dengan invetasi saham anda seperti menyetir mobil sendiri artinya semuanya anda yang mengatur, baik itu salah atau benar semunya ada di tangan anda. Berbeda dengan reksadana anda seperti naik kendaraan umum anda tinggal duduk santai dan mempercayakan semua kepada sang pengemudi.

Nah, supaya semakin jelas, mari langsung saja ke beberapa poin perbedaan invetasi saham dan reksadana berikut ini :

1. Modal

Saham

Beberapa sekuritas mewajibkan deposit minimal 10 juta dan ada juga 100 ribu saja. Tetapi menurut saya sebagai langkah awal sebaiknya dana yang gunakan untuk investasi saham idealnya 5 – 10 juta. Karena di butuhkan yang namanya diversifikasi, anda tidak disarankan membeli satu saham saja melainkan beberapa saham dan itu membutuhkan dana yang cukup.

Reksadana

Sedangkan di reksadana investasi dapat dimulai  dengan modal yang kecil karena secara otomatis dana yang anda setorkan sudah otomatis terdiversifikasi ke beberapa saham. Dengan modal 100 ribu anda sudah bisa memulai investasi. Bahkan ada yang Rp10.000,-  tergantung produk reksadananya.

2. Fee Transaksi

Saham

Ketika anda investasi saham fee yang dikenakan lebih murah dibanding membeli reksadana di karenakan kita membeli secara langsung tanpa mengeluarkan uang untuk membayar fee agen pengelola. Umumnya fee transaksi beli sekitar 0,15% dan jual sekitar 0,25%.

Reksadana

Karena dana dikelola oleh manager investasi, maka akan dikenakan fee untuk agen pengelola. Selain itu fee transaksi beli (subscription fee) bisa mencapai 1% dan jual  (redemption fee) sekitar 1-2 %. Selain itu, biasanya kamu juga akan dikenakan potongan setiap akan melakukan.

3. Fleksibilitas Jual/Beli

Saham

Jika bertransaksi di saham secara langsung, anda dapat  dengan cepat keluar masuk sesuka hati di karenakan fee yang murah tadi. Anda juga bebas memilih portofolio saham apa, kapan dan berapa banyak  yang di inginkan. Misalkan, saat ini sektor sedang banking tidak bagus, anda bisa langsung switching saham tersebut ke sektor yang lain dengan cepat.

Reksadana

Sedangkan jika menggunakan reksadana ada beban fee yang cukup besar yang harus di tanggung dan ini cukup memberatkan sehingga anda tidak dapat keluar masuk dengan cepat. Dan di reksadana anda tidak memiliki kendali atas portofolio karena hal tersebut sepenuhnya ada di tangan Manager Invetasi (MI).

4. Potensi Imbal Hasil (Return)

Saham

Tingkat imbal hasil (return) investasi di saham secara langsung  lebih tinggi dibanding investasi di reksadana. Return yang tinggi tentu di iringi dengan resiko yang tinggi pula. Artinya berinvestasi saham secara langsung, dalam waktu singkat bisa meraih untung berlipat. Sebaliknya, dalam waktu singkat anda juga bisa rugi banyak. Karena itu anda perlu meperdalam ilmu di bidang pasar saham ya.

Reksadana

Sebaliknya, reksadana memberikan imbal hasil (return) lebih rendah yang sepadan dengan risiko yang dihasilkan juga lebih rendah daripada investasi saham. Karena adanya diversifikasi pada pengelolaan reksadana, fungsi manager investasi yang berpengalaman di sini sangat berperan dalam memilih dan mengelola produk investasi yang di beli.

5. Skill Analisis

Saham

Investasi saham secara langsung  memiliki tingkat resiko yang tinggi maka diperlukan skill analisis yang mumpuni dalam memilih saham. Sebenarnya resiko investasi saham itu tergantung seberapa besar pengetahuan kita mengenai pasar saham itu sendiri.  Kalau kita minim pengetahuan dan skill resikonya pasti sangat besar sekali. Anda diwajibkan memiliki kemampuan analisis teknikal jika anda seorang short term traders atau analisis fundamental jika anda ingin investasi jangka panjang.

Reksadana

Tidak perlu di butuhkan skill apapun jika ingin investasi di reksadana, cukup hanya memberikan modal yang anda miliki ke Manager Investasi (MI). Selanjutnya MI yang akan memilih produk investasi yang mereka unggulkan.  Ini merupakan solusi bagi mereka investor pemula atau yang tidak memiliki waktu untuk memantau pasar setiap saat.

Itu dia 5 perbedaan investasi saham dan Reksadana yang paling mendasar. Gimana ? Sudah ada pilihan pinginnya investasi di saham langsung atau produk reksadana ?

Why Investasi Saham not Reksadana ?

Sesuai dengan judul artikel ini saya akan memberikan alasan kenapa sebaiknya langsung investasi ke saham daripada reksadana. Langsung saja, ini dia alasannya :

1. Return yang lebih tinggi

TahunReksadana
Saham
IHSG
200220.15%8.16%
200339.05%62.97%
200435.11%44.72%
200518.56%16.20%
200648.12%55.345%
200752.21%52.08%
2008-53.75%-50.64%
200997.27%87.01%
201029.25%46.13%
2011-0.25%3.19%
201210.06%12.95%
2013-3.66%-0.97%
201427.86%22.27%
2015-14.54%-12.11%
20167.70%15.31%
201711.25%20.00%
2018-3.67%-2.53%
2019 ( Juli)-3.13%3.16%
Rata rata 17.64%21.29%
sumber : www.juruscuan.com

Motivasi seorang investor terjun ke pasar saham tidak lain yang utama adalah ingin menghasilkan profit yang maksimal karena jika di bandingkan, return rata-rata IHSG lebih tinggi daripada reksadana. Singkatnya, reksadana tidak bisa membuat anda kaya tetapi investasi saham sangat bisa.

Jika anda konsisten dan bersungguh-sungguh pasar saham bisa menjadi pengahasilan utama bagi anda atau seorang full time investor seperti warren Buffet atau Lo Kheng Hong.

2. Fee lebih murah

Seperti sepeti yang dijelaskan pada perbedaan investasi saham dan reksadana diatas, banyaknya item biaya dibebankan kepada investor menjadi kelemahan dari reksadana itu sendiri. Fee jual dan beli di kenakan antara 1%-2% dari nilai investasi. Juga masih ada biaya manajemen per tahun yang kisarannya 1%-3%. Tentu anda tidak mau kan hasil investasi anda berkurang karena biaya-biaya ini.

Sedangkan kalau investasi saham sendiri, hanya dikenakan fee jual dan beli saham yang kecil. Yaitu sekitar 0,15% untuk beli, dan 0,25% untuk jual. Dan Bila kita menyimpan saham dalam waktu lama, tidak dikenakan biaya administrasi atau biaya simpan apa pun.

3. Cerdas secara Keuangan

Menurut saya ini adalah hal paling penting mengapa sebaiknya kita investasi saham secara langsung. Dengan invesatasi saham secara langsung kita dipaksa meng upgrade pengetahuan, tidak hanya mengenai cara mengelola portofolio saham sendiri namun juga belajar money management, memahami bagaimana pasar saham bereaksi terhadap perekonomian, membaca laporan keuangan perusahaan yang membuat kita lebih cerdas secara keuangan.

Dengan investasi saham secara langsung anda juga dapat mengendalikan secara penuh portofolio saham yang di beli. Sehingga anda bisa belajar dari penyebab dari naik turunnya harga saham atau untung rugi  yang dialami, dan hasilnya akan membentuk skill dan mindset anda sebagai seorang investor saham.

Sebaliknya jika kita investasi di reksadana kita tidak belajar apapun karena memang semua di kendalikan sepenuhnya oleh manager investasi. Sekaligus ini adalah perbedaan investasi saham dan reksadana yang terpenting.

Ini adalah pendapat pendapat pribadi mengenai ‘Why Investasi Saham not Reksadana’. Saya tidak mengharuskan anda untuk setuju. Karena bagi anda yang masih pemula atau yang tidak punyak waktu, mungkin lebih baik membeli reksadana saham. Tapi bila anda memiliki waktu dan mau belajar berinvestasi saham secara langsung, mengapa tidak mulai dari sekarang ?

Baca juga : Ikuti Tahapannya ! Cara Memulai Investasi Saham [Terlengkap]

Share

3 Responses

  1. Makasih mas, jadi terbuka bedanya apaa, semoga gw bisa konsisten untuk belajar dan investasi di Saham.
    Ditunggu artikel selanjutnya mas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment