Stop Loss – Jaring Pengaman dalam Trading Saham

Apa itu stop loss

Stop loss adalah komponen yang sangat penting dalam dunia trading, karena trading di pasar saham kita tidak selalu mendapat untung malah bisa juga mengalami kerugian. Untuk membatasi kerugian itu maka diperlukan yang namanya stop loss.

Jadi Stop loss adalah cara membatasi kerugian dengan jual rugi saham agar tidak menderita kerugian  yang lebih besar.

Sebaiknya sebelum membeli suatu saham Anda sebagai seorang trader sudah menentukan harga stop loss yang tepat. Jadi jika harga saham turun dan tidak sesuai prediksi, seorang trader tetap tenang karena sudah menentukan jaring pengaman untuk membatasi kerugian yang sudah Anda tentukan.  

Sebagai contoh pengalaman saya sendiri : 

Saya membeli saham Pakuan,Tbk dengan kode : UANG, ini adalah saham yang baru IPO dengan harga beli saya Rp 675. Seharusnya sebelum melakukan trading saham kita sudah menentukan stop loss diawal, semisal kita tentukan 6% atau Rp 40. Jika harga saham turun melebihi 6% dari harga beli, Anda hanya mengalami kerugian maksimal sampai 6% saja. Alhasil sekarang harga saham Uang per 29 December 2020 Rp 210 yang artinya sudah rugi samapi 68%. Ini biasanya disebut nyangkut di saham, itu lah sebabnya penting Sto ploss dalam trading plan.

Cara menentukan stop loss yang benar

Ini adalah 4 cara yang umumnya digunakan para trader untuk menentukan stop loss dalam trading saham, yuk coba pelajari satu persatu penjelasannya

1.Menggunakan indikator

Secara umum indikator dalam saham adalah analisis yang didapat dari perhitungan formula matematis atas data-data saham sebelumnya untuk tujuan memprediksi harga saham di kemudian hari. Indikator ini akan digunakan para trader sebagai acuan untuk melakukan posisi membeli atau menjual suatu saham.

Salah satu indikator yang umum dipakai untuk untuk menentukan stop loss adalah Moving Average. Penentuan level stop loss tidak lah sulit dan sangat sederhana yaitu hold saham Anda jika harga saham masih berada di atas garis moving average. Dan jual saham Anda jika berada di bawah garis indicator Moving Average.

Apa itu stop loss

Sebenarnya masih banyak indikator yang lain biasa digunakan untuk menentukan area stop loss oleh para trader contonya seperti bolinger bands, parabolic SAR, RSI dan lain sebagainya. Pemilihan indikator ini tergantung pola trading sering dipakai oleh trader itu sendiri.

2. Menggunakan garis support

Garis Support adalah area di mana terdapat kecendrungan harga akan naik, dikarenakan pembeli yang lebih banyak dari pada penjual. Bagi Anda yang belum mengerti apa itu garis support dan resistance silahkan terlebih dahulu pelajari, karena akan sulit bisa paham bagian ini jika Anda belum mengerti apa itu garis support dan resistance. Klik link di bawah :

Klik link : Kuasai Garis Support dan Resistance ! Dijamin Profit Konsisten

Stop loss harus ditempatkan di bawah garis support, lebih baik lagi ditempatkan agak jauh dari garis support agar tidak mudah tersentuh oleh fluktuasi harga. Karena bisa saja harga turun menembus garis support dan menyentuh stop loss yang anda tetapkan diawal tetapi, beberapa saat kemudian harga malah naik sesaat menyentuh garis support karena fluktuasi harga yang sangat cepat.  

Oleh karena itu sebaiknya Anda memberikan sedikit ruang di bawah area support untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang mungkin bisa muncul dalam trading yang Anda lakukan.

Apa itu stop loss

Area support dianggap masih normal jika harga begerak di sekitar area tersebut, sedangkan area stop loss perlu diwaspadai karena jika harga saham menyentuh area tersebut kemungkin harga akan menembus support (break down) dan melanjutkan trend penurunannya sehingga langkah bijak jika dilakukan stop loss di area tersebut.

3.  Menggunakan garis trendline

Garis trendline adalah garis lurus yang menghubungkan titik-titik terendah yang naik secara berurutan dalam keadaan uptrend, atau menghubungkan tertinggi yang turun  secara berurutan dalam keadaan downtrend. Konsep trendline sebenarnya berasal dari garis support dan resistance jadi cara ini hampir mirip menentukan stoploss dengan memakai garis support.

Apa itu stop loss

Pada gambar di atas harga saham pada kondisi uptrend yang ditunjukan pada tanda panah keatas, tempatkan posisi stop loss di area bawah trendline dan beri sedikit ruang dibawah agar stop loss tidak mudah tersentuh akibat fluktuasi harga sesaat.

4. Menggunakan risk reward ratio

Sebelum melakukan mengambil posisi dalam suatu saham, kita harus terlebih dahulu memperhitungkan berapa jumlah kerugian yang bisa kita tanggung atau ikhlaskan dan berapa keuntungan yang akan kita ambil. Perbandingan rugi dan untung ini biasa disebut risk : reward ratio. Umumnya para trader menggunakan risk reward 1:2 atau bisa juga 1:3, ini tergantung trading plan yang sudah ditentukan diawal.

Dalam dunia trading, tingkat risk adalah hal yang sangat penting untuk diperhitungkan. Karena jika risk itu kita tidak bisa tanggung, sangat disarankan untuk tidak melakukan trading dalam saham tersebut.

Contoh :

Jika seorang trader membeli suatu saham dengan modal seharga 10 juta rupiah. Trader tersebut sudah harus memperhitungkan di awal ingin taking profit sebesar 6% Rp 600.000 dan rela untuk loss sebesar 3% Rp 300.000. Trader ini menggunakan risk reward 1:2

Untuk setiap trading lebih baik kita menetapkan resiko 1% dari seluruh modal trading kita, jadi jika mengalami loss berturut-turut sebanyak 10 kali maka, rugi yang dialami sebesar 10% dari modal masih ada sisa 90%. Dengan begini psikologi kita masih terjaga.

Ada 2 cara melakukan stop loss serta kelebihan dan kekurangannya

Dalam melakukan stop loss biasanya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu,

1. Secara Manual

Maksudnya memasang posisi stop loss secara manual sambil memantau fluktuasi pergerakan harga dan menunggu posisi yang tepat untuk mengambil posisi exit dari saham tersebut.

Kelebihan :

Pergerakan harga saham bisa sangat fluktuatif atau memiliki pergerakan yang sangat liar. Akibatnya besar kemungkinan level stop loss akan tersentuh, tetapi kemudian harga menguat kembali. Dengan stop loss manual, maka trader bisa menahan posisi sambil wait and see.

Kekurangan :

Kerugian semakin membesar karena menahan psosisi berharap harga saham menguat kembali setelah turun. Faktor emosi sering kali menjadi sangat berperan dalam menentukan stop loss manual.

3. Secara Otomatis

Memasang stop loss menggunakan menu automatic order di software online trading Anda. Dengan menu ini stop loss dapat ditentukan diawal secara otomatis sesuai trading plan yang trader inginkan.

Kelebihan :

Bisa mengeksekusi trading plan yang sudah ditentukan di awal tanpa harus memperhatikan pergerakan harga saham terus-menerus. Stop loss akan tereksekusi secara otomatis jika memenuhi kriteria sehingga mengurangi keterlibatan faktor emosi.

Kekurangan :

Akibat volatilitas harga saham cukup tinggi, sering kali stop loss yang dibuat disentuh tetapi setelah itu harga saham menguat kembali. Hal ini memang sangat menjengkelkan buat para trader.

Sebagai kesimpulan stop loss merupakan hal sangat penting untuk kesuksesan trading Anda. Karena dalam trading saham kita tidak akan selalu mendapat keuntungan sehingga dibutuhkan management resiko untuk melindungi modal yang kita miliki.

Maka, kita sebagai trader harus menentukan stoploss di setiap open posisi yang dilakukan. Stop loss adalah hal yang wajib bagi siapapun yang ingin menjadi seorang trader yang sukses. Lalu bagaimana dengan anda? sudahkah anda disiplin untuk menerapkan prinsip risk and reward ini? 

Baca juga : Wajib Tau! 8 Risiko Investasi Saham

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment