Kuasai Garis Support dan Resistance ! Dijamin Profit Konsisten

Garis Support dan Resistence

Garis Support dan Resistance adalah teknik dasar analisa sederhana yang sering dilupakan orang tetapi powerful. Banyak diluar sana yang mengaku expert di pasar saham mengadakan seminar dengan memberikan janji-janji system transaksi luar biasa yang bisa mengasilkan profit secara konsisten. Tetapi saya beritahu kepada anda cara yang mereka pakai adalah  tetap sama yaitu unsur dasar yang akan kita bahas dalam artikel kali ini.

Tanpa menguasai garis Support dan Resistance ini, maka mustahil bagi anda untuk lanjut ke teknik atau indikator analisis lain yang dapat mendukung aksi jual dan beli di pasar saham. 

Garis Support adalah level di mana terdapat kecendrungan harga akan naik, di karenakan pembeli yang lebih banyak dari pada penjual, sedangkan sebaliknya Garis Resistance adalah area dimana terdapat kencendrungan harga akan turun, karena penjual yang lebih banyak dari pada pembeli.

Saya perjelas lagi pemahaman yang lebih sederhananya, Support adalah sebuah pandangan dari harga terendah, jadi bila suatu barang di titik harga tertentu yang sudah dianggap murah, maka kemungkinan akan terjadi permintaan yang lebih tinggi. Sedangkan resistance membuat harga tertahan di atas yang akibatnya harga kembali turun. Lawan dari support adalah resistance.

garis support dan resistance

Anda masih bingung juga ? Baiklah kita akan ilustrasikan seperti contoh diatas yaitu, bila anda menjatuhkan bola ke bawah, tentu bola tersebut akan memantul ketika menyentuh lantai yang kita  andaikan sebagai garis support. Sedangkan bila bola tadi kita lempar ke atas dan mengenai atap (garis resistance) tentunya bola akan jatuh ke bawah.

Jadi kesimpulannya jika suatu  harga saham mengenai garis support harga akan cendrung naik dan sebaliknya jika harga saham mengenai garis resistance harga akan cendrung turun, dengan dasar itulah anda bisa menentukan kapan harus membeli dan kapan harus menjual saham.

Garis Support dan resistance ini bukanlah garis ajaib yang bisa membuat harga bergerak naik atau pun turun, tetapi merupakan cerminan psikologi dari  para pelaku di pasar saham, yaitu pembeli dan penjual.

Psikologi manusia dapat membentuk supply dan demand yang kemudian mempengaruhi harga saham, yang selanjutnya dapat kita pelajari melalui chart yang terbentuk akibat pola-pola yang sering terulang akibat reaksi psikologi tadi yang dilakukan para pelaku pasar. Dengan kata lain garis support dan resistance terbentuk karena memori masa lalu dan perasaan saat ini.

garis support dan resistance
Gambar 1

Mungkin anda ingat sewaktu duduk di sekolah dasar dulu pernah menghubungkan beberapa titik dengan satu tarikan garis, seperti itu lah analoginya jika anda menarik garis support dan resistance dalam sebuah chart harga saham.

Saya akan memperlihatkan contoh penggunaan garis support dan resistance dalam saham Telekomunikasi Indonesia (TELKOM) dengn kode saham : TLKM disekitar bulan April sampai Juli 2020

Cara menarik garis Support dan Resistance
Gambar 2

Yang perlu anda pahami ketika menarik garis psikologi ini adalah tarikan garis ini sangatlah subjektif yang artinya ilmu ini bukanlah ilmu pasti tetapi lebih mirip seperti seni, anggap saja seni menarik garis. Jadi, tidak ada satu pun garis yang anda tarik itu salah yang penting bagaimana tarikan garis yang anda buat dapat menghasilkan profit.

Saya akan beritahu tips bagi anda dalam melakukan tarikan garis support dan resistance agar tidak ragu atau bingung sehingga lebih presisi dan terjaga akurasinya.

Jadi kuncinya adalah  semakin banyak titik atau area harga yang terkena sewaktu menarik garis maka semakin valid lah garis support dan resistance yang anda buat.

Baca juga : Cara Membaca Candlestick dengan Cepat dan Mudah

Cara menerapkan garis support dan resistance untuk mengasilkan profit.

Saya akan memberikan contoh pada saham yang pernah memberikan profit 30% lebih dalam waktu 3 hari kepada saya sekitar bulan Juni yaitu, Pabrik Kertas Tjiwi Kimia,Tbk dengan kode saham : TKIM

garis support dan resistance
Gambar 3

1. Cari harga saham yang mendekati garis Support 

Carilah saham-saham yang mendekati garis support, dalam hal ini saya mengambil contoh saham TKIM pada gambar 3. Kita bisa lihat pada bulan April harga saham tidak mampu turun lebih rendah lagi, harga disekitar Rp 3.750.

Tips : Carilah saham yang volumenya transaksinya semakin kecil ketika mulai menyentuh area support dan volume transaksinya semakin besar Ketika mulai mantul dari support (rebound)

2. Tentukan titik atu area support dan resistancenya

Setelah mendapat saham-saham yang mendakati garis support, tarik lah garis yang menghubungkan history titik  atau area harga saham terendah dan saham yang tertinggi. Pada contoh gambar 3 history titik/area bulan April menuju ke bulan Juni.

Tips : Semakin banyak titik/area yang tersentuh garis support dan Resistance maka akan semakin valid garis tersebut.

3. Buy on support dan tentukan target Taking Profit (TP)

Ketika semua sinyal diatas terpenuhi, anda bisa membeli saham incaran di  harga support nya dan segera tentukan di harga berapa anda akan menjualnya, atau istilah kerennya TP (Taking profit)  dengan berpatokan pada garis resistance.

Pada gambar 3 diatas, saya membeli saham TKIM disekitar area Rp 3.750 an dan berencana TP setelah tiga CandleStick (3hari) berikutnya sesuai history candlestick bulan April.

Tips : Pasang stop loss ketika anda sudah membeli saham incaran untuk mengantisipasi skenario terburuk dan Tralling Stop untuk menjaga profit ketika harga mulai rally (naik).

Cara menentukan garis support dan resistance yang saya dijelaskan ini adalah cara manual termudah tetapi powerful untuk menentukan pergerakan arah harga saham di masa yang akan datang. Sebenarnya garis support dan resistance tidak selalu garis mendatar, bisa juga menarik garis miring yang diagonal biasa disebut trendline.

Lalu bagaimana kalau garis support dan resistance ditembus ? Untuk itu lah diperlukan metode dan bantuan indikator yang lain untuk menjaga akurasi garis yang kita tarik. Semuanya akan kita pelajari dalam pembahasan garis support dan resistance lanjutan.

Sumber Referensi :
Ong, Edianto. 2008,2011. Technical Analysis for Mega Profit. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Wijaya, Ryan Filbert. 2019. Workbook Analisis Teknikal. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

Sumber Gambar :
Chart : https://analytics2.rti.co.id/
Image : https://pixabay.com/

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment