Cara Membaca Candlestick dengan Cepat dan Mudah

Membaca Candlestick

Mengetahui cara membaca candlestick adalah analysis teknikal dasar yang memberikan informasi bagaimana harga bergerak dengan sangat jelas dalam suatu periode tertentu. Candlestick mencerminkan psikologi pasar, sehingga kita dapat mengetahui apakah pada saat itu pasar sedang megalami permintaan atau penawaran yang tinggi.

Dengan mengetahui trik cara membaca candlestick kita dapat mengetahui psikologi pasar dari setiap candle yang terbentuk, sehingga kita bisa memprediksi kemungkinan kondisi yang akan terjadi selanjutnya.

Cara membaca candlestick sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu bingung, apalagi banyak menghafal. Anda cukup memahaminya konsep terbentuknya sebuah candle, maka anda akan sukses membaca candlestick dalam sebuah chart.

Cara Membaca Candlestick dengan Cepat dan

Dengan  penjelasan gambar diatas, saya yakin anda pasti bisa cepat dan mudah mengetahui cara membaca candlestick di dalam sebuah chart, mari saya jelaskan :

Pada sebuah candlestick tercermin 4 komponen harga, yaitu

  • Opening Price = Harga Pembukaan Pasar
  • Closing Price   = Harga Penutupan Pasar
  • Highest Price  =  Harga tertinggi
  • Lowest Price   =  Harga terendah

Badan (body) dari candlestick dibedakan warnanya antara harga yang naik dengan harga yang turun, sehingga lebih mudah untuk dilihat secara visual, yaitu :

  • Green Candle (Bullish Candle) menandakan harga yang bergerak naik pada suatu periode tertentu (harga penutupan berada diatas harga pembukaan).
  • Red Candle (Bearish Candle) menandakan harga yang bergerak turun pada suatu periode tertentu (harga penutupan yang lebih rendah dari harga pembukaan)

Catatan : Warna candle bisa dirubah ke warna yang lain sesuai dengan software charting yang anda gunakan. Periode tertentu yang dimaksud bisa candle harian (daily), mingguan (weekly), bulanan (monthly) sesuai software charting yang anda gunakan.

Garis di atas dan di bawah badan candle di sebut shadow. Shadow terbagi menjadi upper shadow dan lower shadow. Upper shadow menandakan harga tertinggi dan berada diatas badan (body) candle, sedangkan lower shadow menandkan harga terendah serta berada di bawah badan (body) candle.

Seperti itu lah dasar-dasar cara membaca candlestick, jadi jika anda melihat ada candle yang bewarna hijau dan merah serta ada garis diatas dan dibawah body candle tidak perlu bingung. Cara membaca nya sangat mudah sekali, saya yakin anda sudah lebih mengerti cara membaca candlestick sampai pada tahap ini.

Pola atau bentuk candlestick dasar yang sering muncul dalam sebuah chart harga :

1. MORUBOZU

Cara Membaca Candlestick

Keterangan :

  • Memiliki body candle yang panjang (jarak harga open ke close yang jauh), bisa saja memiliki lower dan upper shadow yang pendek di dalam chart.
  • Candle bullish menunjukan minat beli yang sangat tinggi  dari awal pembukaan sampai penutupan pasar, sehingga harga bergerak naik yang ditandai dengan candle warna hijau.
  • Candle bearish menunjukan tekanan jual yang sangat tinggi dari awal pembukaan sampai penutupan pasar, sehingga harga bergerak turun yang ditandai dengan candle warna merah.

2. DOJI

candlestick

Keterangan :

  • Tidak memiliki body candle (harga open dan close yang sama)
  • Candlestick yang menunjukan harga pembukaan (hampir) sama dengan harga penutupan, artinya kekuatan pembeli dan penjual yang seimbang.
  • Doji bisa jadi merupakan tanda pembalikan arah (reversal), tergantung kelompok candle sebelumnya.
  • Tidak termasuk bulish atau bearish karena tidak memliki body, terlihat pada gambar diatas.

3. Hammer

candlestick

Keterangan :

  • Memiliki body candle yang pendek (jarak open ke close yang dekat) dan memiliki ekor (shadow) yang panjang dibawah body candle.
  • Candlestick ini menunjukan sempat adanya tekanan jual yang sangat tinggi sehingga harga bergerak turun (lower shadow) tetapi kemudian di susul minat yang beli yang tinggi, sehingga harga ditarik naik bahkan harga close lebih tinggi dari pada harga open.
  • Bisa jadi tanda pembalikan arah (reversal) jika candle ini muncul setelah kondisi downtrend.
  • Candle bisa warna hijau (bullish) atau warna merah (bearish)

4. Shooting Star

candlestick

Keterangan :

  • Memiliki body candle yang pendek (jarak open ke close yang dekat) dan memiliki ekor (shadow) yang panjang diatas body candle.
  • Candlestick ini menunjukan sempat adanya minat beli yang sangat tinggi sehingga harga bergerak naik  (upper shadow) tetapi kemudian di susul tekanan jual yang tinggi, sehingga harga dipaksa turun bahkan harga close lebih rendah dari pada harga open.
  • Bisa jadi tanda pembalikan arah (reversal) jika candle ini muncul setelah kondisi uptrend.
  • Candle bisa warna hijau (bullish) atau warna merah (bearish).

Contoh Cara Membaca Candlestick pada chart Saham

Kita telah memahami konsep dasar dan beberapa jenis candlestick, sekarang dengan pemahaman itu kita dapat mempraktekannya untuk membedah chart harga saham dibawah ini :

Cara Membaca Candlestick

Saya mengambil contoh chart harga saham Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk kode saham : TKIM untuk periode candle harian (daily). Kita akan menganalisis candle yang terbentuk dari pola chart yang di tandai dari candle#1 sampai candle#5 :

#1 Bearish Morubozu

Candle#1 menunjukkan adanya tekanan jual yang tinggi di hari itu menyebabkan harga jatuh kebawah dan tidak naik lagi, sehingga harga penutupan hari itu lebih rendah dari pembukaan pasar dan besar kemungkinan di hari berikutnya harga juga masih akan turun, seperti contoh diatas.

#2 Bullish Morubozu

Candle#2 merupakan kebalikan dari candle#1, yang menggambarkan ada minat beli yang tinggi di hari tersebut  yang membuat harga naik keatas, besar kemungkinan harga saham masih akan naik (rally) di hari berikutnya.

#3 Candle Doji

Candle#3 adalah tanda sebuah pembalikan arah (reversal) di sebuah chart.  Tidak adanya perubahan harga dari harga open ke harga closed (no body) setelah uptrend menandakan harga yang mulai melemah, karena minat beli yang tinggi di pasar mulai menghilang.

Jadi, dapat kita simpulkan kenaikan harga sudah melemah, sehingga harga berpotensi besar untuk turun. Umumnya para trader yang melihat sinyal ini akan langsung keluar dari pasar. Terlihat pada contoh diatas harga jatuh kebawah setelah candle doji ini muncul.

#4 Candle Hammer

Candle#4 juga tanda pembalikan arah (reversal) dalam sebuah chart harga jika didahului downtrend. Body candle yang pendek (bullish atau bearish) dan lower shadow yang panjang setelah downtrend menunjukan minat beli yang mulai muncul.

Jadi, dapat kita simpulkan bahwa penurunan harga mulai melemah, karena minat beli yang tinggi mulai muncul di pasar, sehingga harga berpotensi besar akan naik. Terlihat pada contoh chart diatas harga mulai naik (rally) setelah candle hummer muncul.

#5 Candle Shooting Star

Seperti dua candle sebelumnya, candle ini juga tanda pembalikan arah jika setelah beberapa hari uptrend. Upper Shadow menunjukan mulai adanya tekanan jual yang tinggi setelah berhari-hari harga saham naik. Jadi disarankan jika candle ini muncul setelah uptrend para trader lebih berhati-hati karena bisa jadi harga saham akan jatuh kebawah seperti contoh gambar diatas.

Sebagai kesimpulan yang perlu diingat, bentuk candle tidak selalu identik sama pada contoh yang diberikan pada artikel ini dengan bentuk candle yang nantinya akan  anda analisis pada sebuah chart harga saham.

Bila memiliki kesamaan body dan polanya, namun ada perbedaan sedikit karena upper maupun lower shadow itu juga diklasifikasikan sebagai reversal dan continuous pattern. Dan satu lagi, signal yang terbentuk dari candlestick ini perlu di gabung dengan cara atau analisis yang lain agar lebih akurat.

Baca juga : Kuasai Garis Support dan Resistence ! Agar Anda Bisa mengarungi Kejamnya Pasar Saham dan Profit secara Konsisten

Masih ada banyak jenis candlestick yang tidak dibahas dalam artikel ini. Tetapi dari penjelasan artikel ini, saya harap anda pembaca, sudah mengetahui cara membaca candlestick yang muncul pada chart harga saham.

Sebagai bahan latihan saya akan memberikan soal yang sangat mudah untuk anda  :

Soal 1

Saham hari ini dibuka pada harga …
Sempat melemah hingga harga …
Lalu menguat hingga harga …
Pada penutupan pasar berada di harga …

Jadi, saham hari ini di tutup dalam kondisi …

Selamat menjawab 😊

Sumber Referensi :
Ong, Edianto. 2008,2011. Technical Analysis for Mega Profit. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Tannadi, Belvin. 2019. Ilmu Saham. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Wijaya, Ryan Filbert. 2019. Workbook Analisis Teknikal. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Sumber Gambar :
Chart : https://analytics2.rti.co.id/
Image : https://pixabay.com/

Share

2 Responses

  1. Suwun mas, ilmu baru buat saya newbie di dunia saham. Artikelnya sangat membantu. Ditunggu artikel selanjutnya mas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment